RSS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MODEL PEMBELAJARAN : KONTEKSTUAL

18 Sep

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

MODEL PEMBELAJARAN : KONTEKSTUAL
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
KELAS/SEMESTER : VI/ II
Disusun untuk memenuhi tugas Micro Teaching yang dibimbing
oleh Ibu Samsiyah, M.Pd dan Bapak Hadi Mulyono, M.Pd

Disusun Oleh :
TAUFIK MALENDRA
K7108239
15
6F

S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
SILABUS
Sekolah : SD dan MI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester : VI/ II
Standar Kompetensi : 2. Berbicara
Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dengan berpidato, melaporkan isi buku, dan baca puisi.

Kompetensi Dasar Indikator Diskripsi Materi Kegiatan Belajar Waktu Teknik Penilaian Kebutuhan
Mengidentifikasi berbagai unsur (tokoh, sifat, latar, tema, jalan cerita, dan amanat) dari teks drama anak • Menjelaskan tokoh-tokoh dalam drama anak dan sifat-sifatnya
• Menentukan latar drama anak dengan mengutip kalimat yang mendukung
• Menentukan tema dan amanat drama anak yang dibaca
• Memerankan tokoh-tokoh yang ada di dalam drama Teks drama anak
Unsur-unsur intrinsic drama • Mendiskusikan unsur intrinsic cerita rekaan
• Membaca teks drama anak
• Mengidentifikasi tokoh-tokoh dalam drama anak dan sifat-sifatnya
• Menentukan latar drama anak dengan mengutip kalimat atau paragraph yang mendukung
• Menentukan tema dan amanat drama anak yang di baca
• Memerankan tokoh yang ada dalam drama anak yang di baca 2 jam pelajaran Kinerja
Lisan
Buku panduan
Teks drama

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Model Pembelajaran: KONTEKSTUAL

Nama Sekolah : SD Negeri Sragen 3
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester : VI/II
Alokasi Waktu : 2x 35 menit

A. Standar Kompetensi
Berbicara
1. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dengan berpidato, melaporkan isi buku, dan baca puisi.
B. Kompetensi dasar
1.1 Mengidentifikasi berbagai unsur (tokoh, sifat, latar, tema, jalan cerita, dan amanat) dari teks drama anak
C. Indikator
Kognitif
1.1.1 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik drama
1.1.2 Menunjukkan tokoh dalam drama anak dan sifatnya
1.1.3 Menunjukkan latar, alur, tema dan amanat drama anak yang diperankan teman
Afekteif
1.1.4 Menyimak pemeranan drama anak
Psikomotorik
1.1.5 Memerankan drama anak
D. Tujuan Pembelajaran
Kognitif
1. Melalui tanya jawab siwa dapat menjelaskan unsur-unsur intrinsik drama dengan benar
2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menunjukkan tokoh dalam drama anak dan sifatnya yang diperankan kelompok lain dengan baik.
3. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menunjukkan latar, alur, tema dan amanat dalam drama anak yang di perankan kelompok lain dengan baik
Afektif
4. Melalui pemeranan drama anak, siswa dapat menyimak unsur-unsur instrinsik drama anak dengan penuh semangat dan motivasi tinggi.
Psikomotorik
5. Melalui bermain peran, siswa dapat memerankan drama anak sesuai dengan penokohannya dengan baik.
E. Dampak Pengiring
Setelah pembelajaran selesai secara bertahap siswa dapat menanggapi dan menceritakan drama yang pernah disimak ke orang lain
F. Materi Ajar
1. Memerankan Drama Anak
Bermain peran drama anak dengan penghayatan dan ekspresi gerak secara tepat. Drama merupakan karangan berupa dialog yang dipentaskan. Dalam naskah drama harus ada:
a. Cerita dialog
b. Gambaran keadaan panggung
c. Gerak-gerik pelaku, dan
d. Situasi
2. Bermain Drama
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memerankan drama
a. Pemain meresapi cerita
b. Pemain mengucap dialog secara benar
c. Pemain menirukan tingkah laku tokoh
d. Pemain menirukan pakaian tokoh
e. Pemain memahami watak tokoh
3. Menentukan Unsur Drama
Drama mempunyai unsur-unsur intrinsik, yang meliputi tokoh dan perwatakannya, latar, tema, alur/jalan cerita, dan amanat.
a. Tokoh adalah pelaku dalam drama. Perwatakan tokoh dapat diketahui melalui perkataan dan perbuatan tokoh.
b. Latar adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa. Latar dibedakan atas latar waktu, latar tempat, dan latar suasana.
c. Tema adalah gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan naskah drama.
d. Alur/jalan cerita adalah rangkaian peristiwa dalam cerita drama yang saling berhubungan.
e. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang.
G. Metode dan Model Pembelajaran
1. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab, bermain peran
2. Model Pembelajaran : Kontekstual
H. Langkah – Langkah Kegiatan
No. Kegiatan Waktu Metode
1 Pendahuluan
a. Salam, berdoa dan absensi
b. Apersepsi : guru bertanya jawab bersamasiswa tentang pelajaran sebelumnya tentang unsure-unsur intrinsik beserta penjelasannya
c. Motivasi: guru menceritakan dan memerankan drama anak “Bawang Merah Bawang Putih”. Kemudian guru meminta siswa menyebutkan unsur intrinsik yang terkandung di dalam cerita drama. (kontruktivisme)
d. Kompetensi: berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan guru siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara rinci kepada siswa 10 menit

Tanya jawab

Ceramah
Tanya jawab
2 Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
• Guru bertanya jawab dengan siswa apakah pernah melihat pementasan drama, dan apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memerankan drama (questioning)
b. Elaborasi
• Guru Guru mengorganisasikan siswa menjadi 8 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 3. ( learning community)
• Kegiatannya yaitu 3 mendapat tugas yaitu bermain peran dalam memerankan drama anak dengan naskah yang berbeda seperti drama anak yang berjudul “Ikrar, Membohongi Ibu, dan Rencana yang gagal”. Sementara yang 5 kelompok mendiskusikan unsur-unsur intrinsik drama anak yang diperankan kelompok lain.
• Guru membagikan naskah drama ke kelompok bermain peran untuk dipelajari sejenak, sementara kelompok yang lain dibagikan lembar diskusi
• Guru mengingatkan agar kelompok bermain peran selalu bisa memerankan dengan menjiwai dan menghayati penokohannya. Sementara yang berdiskusi agar selalu bersikap tertib dan menyelesaikan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.
• Guru mengingatkan bahwa kelompok berkinerja terbaik akan mendapatkan penghargaan yaitu nilai baik.
• Guru menentukan durasi waktu untuk kegiatan kelompok sehingga semua kegiatan dapat berjalan sesuai dengan waktu yang direncanakan.
• Salah satu kelompok diminta maju memewrankan naskah drama yang sudah dipeljari, dst. (modeling)
• Kelompok lain mendiskusikan unsure-unsur intrinsic yang meliputi tokoh dan sifatnya, latar, tema dan amanatnya serta mengomentari pemain dalam hal penghayatan, ekspresikan dengan gerak-gerik dan mimik yang diperankan temannya.
• Mencatat hasil diskusi
• Mempresntasikan hasil diskusi, sementara kelompok lain boleh bertanya, menyanggah, atau pun melengkapi jawaban
• Guru meluruskan jawaban siswa
c. Konfirmasi
• Guru bersama siswa menentukan kelompok yang terbaik diberi penghargaan nilai yang baik
• Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
• Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, serta memberikan penguatan kepada siswa.
• Guru memberi motivasi siswa agar rajin belajar 50 menit

Tanya jawab

Bermain peran

Diskusi kelompok

Bermain peran

Diskusi kelompok

3. Penutup
• Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah berlangsung
• Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman pembelajaran. rangkuman pembelajaran
• Melakukan evaluasi, dengan memberi beberapa pertayaan untuk dijawab siswa mengenai materi yang telah disampaikan. (authentic assesment)
• Guru memberi pesan kepada murid agar rajin belajar
• Salam penutup 10 menit

I. Media dan Sumber Belajar
1. Media Pembelajaran
a. Naskah drama
2. Sumber Belajar
a. Rusmiyati dkk. 2008. Bahasaku Bahasa Indonesia 6. Hal.93-96, Jakarta: Bumi Aksara.
b. Dwi Mardianto dkk, 2007. Gemar Berbahasa Indonesia 6. hal119-126, Semarang: Aneka Ilmu.
c. Sukini dkk. 2007. Berbahasa Indonesia 6 untuk SD/MI. hal99-106, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
d. Samidi dkk. 2007. Berbahasa Indonesia 6 untuk SD/MI. hal111-122, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
J. Penilaian
1. Teknik Penilaian
a. Unjuk kerja
b. Tes Lisan
2. Bentuk Instrumen
Tes Uraian
3. Soal/Instrumen
Terlampir

Surakarta, 24 Mei 2011
Mengetahui,
Dosen pembimbing,

Samsiyah, M. Pd / Hadi Mulyono, M.Pd
NIP. …………………………….
Mahasiswa,

Taufik Malendra
NIM. K7108239

Lampiran 1
Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia
A. Menentukan Unsur Drama
Karya sastra terdiri atas tiga bentuk, yaitu puisi, prosa, dan drama. Pada pelajaran yang lalu kamu telah belajar membaca puisi. Sekarang mari belajar membaca drama. Drama berisi dialog antara beberapa tokoh disertai akting yang sesuai dengan petunjuk pemeranan. Oleh karena itu, dalam membaca drama kamu hendaknya dapat berlaku sebagai tokoh yang kamu perankan. Misalnya, jika mendapat tugas memerankan tokoh orang gila, kamu harus bisa bertingkah laku seolah-olah sebagai orang gila (baik dialog yang diucapkan maupun gerak-gerik tubuhnya). Jika mendapat tugas memerankan tokoh dokter, kamu harus bisa bertingkah laku seolah-olah sebagai dokter. Seperti halnya prosa, drama juga mempunyai unsur-unsur. Unsur-unsur dalam drama meliputi tokoh dan sifatnya, latar, tema, alur/jalan cerita, dan amanat.
1. Tokoh dan sifatnya
Tokoh adalah pelaku dalam drama. Sifat atau watak tokoh dapat diketahui dari perkataan dan perbuatannya. Misalnya tokoh yang suka memfitnah teman, memiliki sifat jahat.
2. Latar
3. Latar adalah tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa. Latar dibedakan atas latar waktu, tempat, dan suasana.
b. Latar waktu, misalnya, pagi hari, siang hari, malam hari.
c. Latar tempat, misalnya, di rumah, di jalan, di sekolah, di pasar, dan sebagainya.
d. Latar suasana, misalnya suasana gembira, sedih, cemas, dan sebagainya.
3. Tema
Tema adalah gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan naskah drama. Tema harus dirumuskan sendiri oleh pembaca melalui keseluruhan peristiwa dalam cerita (drama).
4. Alur atau jalan cerita
Alur adalah rangkaian peristiwa dalam cerita (drama) yang saling berhubungan. Alur terdiri atas sebagai berikut.
a. Eksposisi atau pemaparan, yaitu pengarang mulai mengenalkan tokohtokohnya.
b. Pertikaian, yaitu tahap alur yang menggambarkan mulai adanya pertikaian, baik antartokoh maupun pada diri seorang tokoh.
c. Klimaks, yaitu tahap alur yang menggambarkan bahwa persoalan yang dihadapi tokoh mencapai puncaknya.
d. Leraian, yaitu tahap alur yang menggambarkan bahwa persoalan mulai menurun.
e. Penyelesaian, yaitu tahap yang menggambarkan bahwa persoalan selesai.
Apabila tahap-tahap di atas disajikan oleh pengarang secara urut dari tahap pemaparan hingga penyelesaian, dinamakan alur maju. Apabila tahap-tahap alur di atas disajikan secara mundur, disebut alur mundur. Apabila disajikan secara gabungan antara maju dengan mundur, dinamakan alur gabungan.
5. Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang dalam drama. Amanat berhubungan erat dengan tema. Amanat dapat dirumuskan setelah tema berhasil dirumuskan.
B. Memerankan Drama Anak
1. Memerankan Drama Anak
Bermain peran drama anak dengan penghayatan dan ekspresi gerak secara tepat. Drama merupakan karangan berupa dialog yang dipentaskan. Dalam naskah drama harus ada:
a. Cerita dialog
b. Gambaran keadaan panggung
c. Gerak-gerik pelaku, dan
d. Situasi
2. Bermain Drama
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memerankan drama
a. Pemain meresapi cerita
b. Pemain mengucap dialog secara benar
c. Pemain menirukan tingkah laku tokoh
d. Pemain menirukan pakaian tokoh
e. Pemain memahami watak tokoh
3. Bermain Peran
Bacalah naskah drama berikut ini! Kemudian pentaskanlah! Buatlah kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari tiga anak! Bermainlah dengan penuh penghayatan, serta ekspresikan dengan gerak-gerik dam mimic yang sesuai!

Lampiran 2
Teks Drama 1
Bawang Merah Bawang Putih
Para pelaku
1. Mbok Rondo Dadapan
Janda yang kejam, ibu Bawang Merah dan Bawang Putih
2. Bawang Putih
Anak tertua, rajin, dan baik hati
3. Bawang Merah
Adik Bawang putih, malas dan berbudi jelek

Ibu : (Duduk di serambi muka rumah rumah, menyisir rambutnya dan memanggil bawang putih) “ Bawang Putih…Bawang Putih.”
Bawang Putih : (Cepat-cepat mendekati ibunya)”Ya Bu. Ibu perlu ap?”
Ibu :”Putih, sapulah halaman rumah ini sampai bersih! Awas, jangan sampai ada kotoran yang masih tertinggal!”
Bawang Putih : (Menunduk ketakutan)” Baik Bu. Putih ambil sapu dulu.”
Bawang Merah: (mendekati ibunya) “Bu, Ibu. Nanti bawang merah akan bermain-main ya, Bu.”
Ibu : (Membelai rambut bawang merah)”Tentu…tentu anakku, tapi jangan lama-lama. Di hutan banyak binatang buas. Kau harus hati-hati.”
Bawang Merah: Baik, Bu. Merah akan berhati-hati. “ (Sambil menoleh ke bawang putih yang sedang menyapu halaman)” Putih, ambilkan bekalku di almari, cepat!”
Bawang Putih : “Ya, dik akan kuambilkan. “ (Masuk ke rumah mengambil bekal) “ Kau mau ke mana? Kok tergesa-gesa?”
Bawang Merah: “ Aku akan bermain ke hutan. Nanti kau harus menjemputku.”
Bawang Putih : “ Tapi.. aku masih sibuk.”
Bawang Merah: “ Baiklah.” (Mendekati Ibunya)” Ibu, Merah berangkat,”
Ibu : “ Hati-hati di jalan, Nak.”
Bawang Merah: “Ya, Bu.”
Ibu : “ Putih, ke sisni kau! Malas, menyapu saja tidak becus. Ambil air di sumber! Tanak nasi untuk adikmu!”
Bawang Putih : “ Baik, Bu.” ( Masuk ke rumah mengambil ember dan perggi ke sumber)
Bawang Putih : “ Tiba di rumah, ember berisi air, membasahi ikatan pandan yang sedang dikeringkan). Oh…!
Ibu : “Rasakan ini! Kau betul-betul bodoh….!”
Bawang Putih : “ Ampun, Bu. …hu….hu.” (menangis) “ Putih tidak sengaja.”
Ibu : “ Apa katamu…? Tidak sengaja? Enak saja kau berkata. Enak saja kau berkata. Memangnya pandan itu punyamu, ya? Ayo jemur di situ! Kau harus menunggunya sampai kering. Jangan sekali-sekali masuk ke dalam rumah mengambil makanan! Itulsh hukuman yang tepat untuk kebodohanmu.”
Bawang Merah : “( pulang dari bermain dan mendekati ibunya) “ Bu…Ibu… Lihatlah! Aku membawa bunga untukmu. Bunga itu kupetik di tepi telaga yang bening airnya. Sungguh indah\, Bu. Lain kali kita ke sana, ya? Ibu pasti senang. Kenapa Putih, Bu?”
Ibu : “ Sudahlah kau tak perlu tahu. Masuklah, anak manis. Istirahat dulu.”
Bawang Merah: “ Baik, Bu.” ( Pergi dan tidur di kamarnya)”

Teks Drama 2
Ikrar
Pemain : Ratna
Mei
Via
Waktu : Pagi hari
Tempat : Halaman sekolah

Bel tanda istirahat kedua berbunyi. Anak-anak berhamburan ke luar dari kelas. Ada yang ke kantin, ada pula yang bermain-main di halaman. Ratna, Via, Meilani menuju kursi panjang di halaman sekolah. Mereka duduk santai sambil mengobrol.
Ratna : ”Me, sebentar lagi kita akan meninggalkan sekolah ini!”
Mei : ”Iya, ya. Sebentar lagi kita tidak akan melihat senyum ramah Pak Roni dan sapaan lembut Bu Lidya.”
Ratna : ”Aku sedih, Me. Rasanya berat meninggalkan sekolah ini.” (tertunduk lesu dengan mata berkaca-kaca).
Mei : (merangkul pundak Ratna) ”Sama, Rat. Aku, Via, dan teman-teman yang lain juga begitu. Tapi kita tidak boleh cengeng.”
Via : (merentangkan kedua tangan di depan Ratna) ”Aduh… Tuan Putri, kenapa bersedih? Adakah sesuatu yang mengganggu pikiranmu, Tuan Putri?”
Mei : ”Jangan meledek begitu, Vi! Ini masalah serius.”
Via : ”Ya…ya, aku juga serius. Ada apa teman?”
Ratna : ”Aku sedih karena sebentar lagi kita akan meninggalkan sekolah tercinta ini.”
Via : ”Sedih sih sedih. Tapi kita harus berpikir ke depan. Bagaimana cara kita membanggakan hati Bapak/Ibu Guru di sekolah yang kita cintai ini. Itu yang perlu kita pikirkan.”
Mei : ”Caranya gimana, coba?”
Via : ”Kita harus bisa masuk di sekolah favorit! Makin banyak siswa SD kita yang diterima di sekolah favorit, makin banggalah Bapak/Ibu Guru. Nama SD kita pun makin cemerlang.”
Ratna : (mengangkat muka) ”Via benar. Kita harus berpandangan ke depan”.
Mei : ”Nah, begitu dong. Mulai sekarang, mari kita tingkatkan semangat belajar! Kita harus bisa masuk sekolah favorit!”
Ratna : ”Kita harus bisa membanggakan Bapak/Ibu Guru!”
Via : ”Sekarang, mari kita berikrar.” (Menggandeng tangan Ratna dan Mei. Mereka saling bergandengan tangan, membentuk lingkaran).
Ratna : ”Ikrar! Kami akan terus mencintai sekolah ini.”
Mei : ”Kami akan berusaha diterima di sekolah favorit.”
Via : ”Kami akan berusaha menjadi yang terbaik di sekolah baru.”
Ratna : ”Agar Bapak/Ibu Guru bangga pada kami.”
Ratna+Via+Mei : (Melepaskan gandengan lalu bertepuk tangan sambil bersorak) ”Hore …”
Teks Drama 3
Rencana yang Gagal
Pemain : Roni
Dandi
Bu Desi
Waktu : Pagi dan siang hari
Tempat : Halaman rumah Bu Desi dan halaman sekolah

Adegan I
Pagi itu Roni dan Dandi berangkat ke sekolah bersama-sama.
Sesampainya di depan rumah Bu Desi, mereka berhenti. Mereka
memperhatikan pohon mangga yang berbuah ranum milik Bu Desi
Roni : “Mangga itu pasti manis sekali”.
Dandi : “Ya, pasti segar sekali”.
Roni : “Bagaimana kalau kita ambil beberapa?”
Dandi : “Tidak! Lihatlah di sini terlalu banyak orang. Gimanakalo nanti malam saja?”
Roni : “Benar juga idemu. Okelah Bos kalo gitu ha … ha … ha….
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke sekolah.
Adegan II
Pada waktu istirahat, Roni dan Dandi terlihat mengobrol di bangku
taman sekolah.
Roni : “Gimana nanti malam, Bos?”
Dandi : (nampak bingung)”Nanti malam apanya?”
Roni : “Ayolah, tidak usah berpura-pura begitu”.
Dand : “Benar, aku benar-benar tidak ingat”.
Roni : “Itu lho yang tadi pagi”.
Dandi : “(kaget)”Ya ampun, aku lupa. Apakah kamu serius mau mencurimangga Bu Desi?”
Roni : “Ya iyalah, gimana sih! Kenapa, kamu takut?”
Dandi : “Ku kira tadi pagi itu kamu cuma bercanda. Gimanaya?”
Roni : “Dasar kamu penakut! Masa begitu saja tidak berani!”
Dandi : “Okelah kalau begitu aku ikut”.
Roni : “Itu baru temenku ha … ha … ha … ha ….Aku punya rencana, kita menemuinya sehabis pulangmengaji saja. Kita tunggu sampai teman-teman sudahmelewati rumah Bu Desi barulah setelah kita beraksi,gimana?”
Dandi : “Terserah kamu saja, Ron. Aku ikut saja”.
Roni : “Beres kalau begitu”.Tiba-tiba datang Bu Desi menghampiri mereka
Dandi : (kaget dan takut) “Tidak Bu, saya tidak mencuri”.
Roni : (melotot ke arah Dandi)”Hus! Diam!”
Bu Desi: (tersenyum)”Ada apa Dandi? Kamu kelihatannya takut sekali melihatsaya”.
Dandi : “Tidak Bu, maafkan saya”.
Bu Desi : “Dandi, Budi, Ibu sudah tahu semuanya”.
Roni : (Tampak kaget)”Ibu sudah tahu? Dari mana?
Bu Desi : “Ibu tadi mendengar semua pembicaraan kalian”.
Dandi : (ketakutan)”Maafkan kami, Bu”.
Bu Desi : Iya, tapi lain kali kalian tidak boleh seperti itu lagi. Kalau memang kalian
menginginkan sesuatu. Mintalah secarabaik-baik”.
Roni dan Dandi : (serempak menjawab)”Baik Bu, maafkan kami”.
Bu Desi : “Oh ya, nanti sepulang sekolah kalian mampirlah kerumah Ibu. Ibu akan member
kalian mangga”.
Roni : (tersenyum dengan malu-malu).”Baik Bu, terima kasih”.
Dandi : “Iya Bu, terima kasih”.

Teks Drama 4
Membohongi Ibu
Pemain : Hasan
Badu
Ibu Hasan
\Adegan 1
Hasan dan Badu memasuki halaman dengan membawa tas sekolah. Seakan-akan baru pulang dari sekolah, padahal sebetulnya ia membolos.
Badu : “ Hasan, mengapa kamu tampak begitu murung?”
Hasan : “ Ibuku tadi melihat aku bermain-main di jalan, ketika ibuku berangkat ke pasar.”
Badu : “ Tentu dia piker bukan kamu, tapi orang lain.”
Hasan : “ masih untung kalau ia beranggapan begitu. Bagaimana kalau betul-betul melihatku? Apa yang dapat kukatakan kepada ibu?”
Badu : “ Ya, katakana saja bahwa pak guru mengizinkan kita pulang lantaran kepala kita pusing.”
Hasan : “ Tidak, tidak! Ibu tidak akan percaya. Bagaimana mungkin tiba-tiba kepala kita berdua pusing bersama-sama.”
Badu : “ Betul juga. Dia pasti tidak begitu mudah percaya dengan alasan seperti itu.”
Hasan : “ Paling baik kita mengatakan terus terang saja, apa yang telah kita lakukan bersama.
Badu : “ Begini San, kalau kita katakana bahwa yang dia lihat itu bukan engkau, tetapi katakanlah si Rahim, salah seorang teman sekelas kita, bagaimana?”
Masuk Ibu Hasan dengan membawa barang-barang belanjaan.
Ibu : “ Ke mana saja kalian berdua pagi ini?”
Badu : “ Kami baru saja pulang dari sekolah.”
Ibu : “ Kamu bersama Hasan? Saya lihat kaliyan berdua bermain di jalan pada waktu jam pelajaran.”
Hasan : “ (Berbisik pada Badu) “ Katakan saja terus terang.” (Badu menggeleng)
Badu : “ ( Yang ibu lihat itu bukan Hasan tetapi anak lain yang mirip Hasan.”
Ibu : “ O, begitu. Saya percaya deh, tetapi apa yang kamu kerjakan Badu, bersama anak itu di jalan?”
Badu : “ Saya…oya, Pak Guru mengatakan kepada saya agar mengan tarkan si Rahim pulang karena sakit perut.”
Ibu : “ Oh, begitu…?
Hasan : “ Benar Bu, bukan saya yang ibu lihat tapi Rahim.”
Ibu : “ Apakah kamu yakin itu?”
Badu : “ Betul saya yakin.”
Ibu : “ Kalau begitu saya ingin melihat anak itu benar benar si Rahim.”
Badu : “ Dia tidak dapat datang kemari karena sakit perutnya.”
Ibu : “ Mengapa tidak? Saya telah melihat dia bermain-main di jalan. Sudah sembuh sakit perutnya.”
Hasan : “ Tapi saya harus makan dulu.”
Ibu : “ Engkau tidak boleh makan sebelum dapat membawa anak itu kemari. Sekarang pergi.”
Ibu masuk ke dalam rumah.
Hasan : “ Ini semua gara-gara kamu. Bagaimana kita dapat membawa si Rahim selama anak itu hanya ada dalam khayalanmu? Membawa sembarangan anak, tetapi mana bisa mirip aku?”
Badu : “ Sebodohlah apa yang mau kamu lakukan. Tapi, tunggu saya mau makan dulu.
Hasan : “ Tidak, kamu tidak boleh makan dulu sampai dapat menolongku.”
Badu : “ Tunggu, aku tahu. Mari kita pergi ke semak-semak sana dan mengganti pakaian kita. Kamu mengenakan pakaianku dan aku mengenakan pakaianmu. Ayo.
Hasan : “ Buat apa?”
Badu : “ Begini. Bila kita kembali, kamu dapat mengatakan bahwa kamulah Rahim.”
Hasan : “ Lebih kita berkata terus terang sajalah, Du.”
Badu : “ Jangan gusar. Kita coba lagi. Masih ada peluang membohongi ibumu.”

Lampiran 3
Lembar Diskusi Kelompok:

1. Diskusikanlah dengan teman sekelompokmu! Jelaskan secara singkat unsur intrinsik yang terkandung dalam drama anak yang diperankan teman!
No. Unsur intrinsik Judul Drama
Ikrar Membohongi Ibu Rencana yang gagal
1. Penokohan dan sifat sifatnya

2. Latar

3. Alur

5 Tema

6 Amanat

Lampiran 4
Soal dan Penilaian
A. Soal
Bacalah penggalan drama di bawah ini
Eka : “(Menghampiri Doni dengan menyandang tas sekolah di punggung) Don, ayo berangkat! Nanti keburu hujan!”
Doni : (Memindahkan bola dengan kedua tangannya).”Males, Ka. Masa, dari dulu sampai sekarang les melulu. Kapan main bolanya?”
Eka : ”Jangan begitu, Don! Les itu kebutuhan siapa, coba? Kebutuhan kita sendiri, ‘kan?”
Doni : ”Masa, dari dulu hanya latihan mengerjakan soal-soal terus. Bosan, ah.”
Eka : ”Itu semua untuk mempersiapkan kita menghadapi UAS dan UAN. Kalau sampai nggak lulus, baru tahu rasa kau, Don!”
Doni : ”Haaah, peduli amat! Sana, sana, pergi sendiri aja! Aku mau main bola dulu!”
Eka : ”Oke, kalau begitu. Aku berangkat dulu.”
Doni : ”Silakan! Selamat mengerjakan soal-soal, Ka!” (Ha … ha … ha)
Ibu : (Keluar dari dalam rumah) ”Ini hari Rabu, pukul setengah tiga. Bukankah kamu seharusnya les IPA , Don? Kenapa tidak masuk!”
Doni : (Menggaruk-garuk kepala) ”Anu, Bu … libur! Ya, libur! Diganti minggu depan.”
Ibu : ”Benar katamu, Don? Ibu dengar, tadi Eka ke sini menghampirimu? Kenapa Eka masuk, sedang kamu tidak?”
Doni : (Menundukkan kepala) ”Hmm … Doni ingin main bola dulu, Bu.”
Ibu : (Membelai kepala Doni) ”Doni, main bola besok sore ‘kan bisa. Sekarang les dulu. Sana, siap-siap! Nanti Ibu antar!”
Doni : (Masuk sambil bersungut-sungut) ”Baik. Tapi nanti Doni dibelikan gadogado ya, Bu.”
Ibu : (Menggandeng Doni) ”Tentu, sayang.”
Tentukanlah!
1. Tokoh dan sifatnya
2. Tema
3. Latar
4. Alur
5. Amanat

Skor tiap nomor yang benar = 5.

B. Instrumen Penilaian Saat Diskusi (Bahasa Indonesia)
Nama Kelompok:…………………………………………

No

Nama
Aspek yang dinilai/ skor tiap aspek

Jml

NA

Ketepatan menjelaskan Kejujuran Kerja sama Tanggung jawab Partisi pasi
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1
2
3

Keterangan :
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

C. Instrumen Penilaian Pemeran Drama (Bahasa Indonesia)

NO NAMA Kelompok Aspek Yang Dinilai JML NA
Pengucapan dialog Ekspresi Penghayatan
1 2 3 1 2 3 1 2 3
1
2
3

Keterangan :
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 18, 2011 in Uncategorized

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: